FAQs

Share

Berikut adalah daftar pertanyaan yang sering ditanyakan kepada kami:

1. Bagaimana awal terbentuknya Batik Bakau?
Informasi mengenai ini dapat Anda cermati di Tentang Kami. Pada intinya, Batik Bakau lahir di KeSEMaT, sebagai sebuah upaya untuk mempopulerkan mangrove kepada masyarakat.

2. Apakah Batik Bakau itu? Ini label atau batik mangrove itu sendiri?
Batik Bakau adalah label. Artinya, Batik Bakau memiliki usaha di bidang batik mangrove. Batik mangrove yang dimaksud adalah batik yang pewarnanya berasal dari pewarna mangrove yang bahan bakunya diambil dari buahnya yang jatuh ke tanah dan membusuk, sehingga produk Batik Bakau tidak mengeksploitasi, justru ramah lingkungan karena alami dan tidak mengandung bahan kimia apapun (zero waste).

3. Apakah Batik Bakau tidak merusak dan mengeksploitasi mangrove? Benarkah produk ini zero waste?

Sudah terjawab di poin 2.

4. Dimanakah tempat produksi Batik Bakau. Katanya punya warga binaan?
– Kami memproduksi batik mangrove kami di Solo dan kami juga punya warga binaan di Semarang dan melakukan pendampingan warga ke beberapa kota lainnya.

5. Berapa harga Batik Bakau?
Harga bervariasi, tergantung dari kerumitan desain dan bahan. Kami menjual, mulai dari harga Rp. 250.000,- hingga jutaan rupiah.

6. Apakah menjual selain batik mangrove? Bagaimana konsep pengembangan usaha produk Batik Bakau?
Untuk variasi produk, kami juga menjual batik lainnya, dari bahan alami. Kami tidak menjual batik sintetis yang mengandung bahan kimia, sehubungan dengan idealisme kami yang berakar dari organisasi lingkungan, pelestari mangrove.